<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IDI Bali &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://www.idibali.org/category/uncategorized/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.idibali.org</link>
	<description>Ikatan Dokter Indonesia - Bali</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 03:57:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buku Manual P2KB IDI Online</title>
		<link>http://www.idibali.org/uncategorized/buku-manual-p2kb-idi-online.php</link>
		<comments>http://www.idibali.org/uncategorized/buku-manual-p2kb-idi-online.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 04:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[manual]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[p2kb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.idibali.org/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[

Mengenai P2KB IDI Online
Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi  kedokteran merupakan salah satu             stake holder pelayanan \ kesehatan yang turut  bertanggungjawab dalam menjamin             terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu.
IDI telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<h1 style="text-align: justify"><span style="color: #ff6600">Mengenai P2KB IDI Online</span></h1>
<p>Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi  kedokteran merupakan salah satu             stake holder pelayanan \ kesehatan yang turut  bertanggungjawab dalam menjamin             terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu.<br />
IDI telah mengeluarkan Pedoman Pendidikan dan Pelatihan  Profesionalisme Kedokteran             Berkelanjutan, dan untuk pelaksanaannya perlu dibuat Pedoman  Pelaksanaan Program             Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (Program  P2KB atau Continuing             Profesional Development, CPD) bagi seluruh anggotanya.</p>
<p>Tujuan Program P2KB yang diselenggarakan oleh IDI dan  sub-organisasinya (PDSp/PDPP)             mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme seorang  dokter (berkualitas dan             beretika) sesuai dengan standar kompetensi global  terjaminnya suatu penyelenggaraan             pelayanan kedokteran yang bermutu melalui upaya sertifikasi  dokter.</p>
<p>Program P2KB pada dasarnya merupakan upaya pembinaan  (oversight) bersistem untuk             meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan (knowledge),  keterampilan (skill), serta             sikap (attitude) dokter agar senantiasa dapat menjalankan  profesinya dengan baik.             Program P2KB juga merupakan bagian intergral dari mekanisme  pemberian izin praktik             (Licensure).</p>
<p style="text-align: center"><strong><a href="http://www.idibali.org/http://idibali.org/wp-content/uploads/2010/04/Manual-Book-P2KB-IDI.pdf" target="_blank"><img src="http://i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif" alt="" width="180" height="149" /></a><br />
</strong></p>
</div>
</div>
<blockquote></blockquote>
<li>Note :</li>
<blockquote></blockquote>
<li>Ada beberapa perubahan pada pada hasil download Manual P2KB IDI Online seperti gambar tampilan halaman awal IDI Online tidak sama dengan tampilan halaman awal IDI online yang sekarang, dan beberapa tampilan-tampilan yang lain.</li>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.idibali.org/uncategorized/buku-manual-p2kb-idi-online.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;PARAH&#8221; Perut Perempuan Ini Berisi 78 Sendok dan Garpu&#8230;</title>
		<link>http://www.idibali.org/uncategorized/parah-perut-perempuan-ini-berisi-78-sendok-dan-garpu.php</link>
		<comments>http://www.idibali.org/uncategorized/parah-perut-perempuan-ini-berisi-78-sendok-dan-garpu.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 01:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[garpu]]></category>
		<category><![CDATA[parah]]></category>
		<category><![CDATA[perut]]></category>
		<category><![CDATA[sendok]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.idibali.org/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[





ROTTERDAM &#8211; Margaret Daalman datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut. Dokter tercengang saat hasil pindaian memperlihatkan ada 78 sendok dan garpu dalam perut perempuan ini.
Para ahli bedah di Rotterdam, Belanda, pun segera membawa perempuan berusia 52 tahun itu ke meja operasi untuk mengeluarkan satu demi satu, sekitar satu lusin peralatan makan yang terjebak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://unic77.blogspot.com/"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_ttnZgQxzg14/S2LSvbuOQDI/AAAAAAAAAIM/ib_sSz0ihHw/s400/2.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
</div>
<div><a href="http://unic77.blogspot.com/"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_ttnZgQxzg14/S2LSqFb49aI/AAAAAAAAAIE/jKTcUlqKMqA/s400/article-1223563-06FDE958000005DC-838_634x600.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
</div>
<div><a href="http://unic77.blogspot.com/"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_ttnZgQxzg14/S2LSkciuSDI/AAAAAAAAAH8/kTpgN41NIu8/s400/p1-1.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
</div>
<div>ROTTERDAM &#8211; Margaret Daalman datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut. Dokter tercengang saat hasil pindaian memperlihatkan ada 78 sendok dan garpu dalam perut perempuan ini.</p>
<div>Para ahli bedah di Rotterdam, Belanda, pun segera membawa perempuan berusia 52 tahun itu ke meja operasi untuk mengeluarkan satu demi satu, sekitar satu lusin peralatan makan yang terjebak dalam perut perempuan itu. &#8220;Dia tampaknya menderita semacam obsesi. Setiap kali dia duduk untuk menyantap makanan, dia mengabaikan makanan, dan malah menelan alat-alat makan,&#8221; kata seorang dokter.</div>
</div>
<div>
</div>
<div>Gambar-gambar mencengangkan tentang pembedahan Daalman itu sesungguhnya diambil lebih dari 30 tahun lalu, tetapi baru diterbitkan untuk pertama kali dalam majalah medis Belanda minggu ini. Majalah itu meminta para pembacanya untuk mengirimkan gambar-gambar tentang kisah medis yang aneh. Seorang dokter dari sebuah rumah sakit di Sittard, Belanda, lalu mengirim kisah tentang si Daalman itu.</div>
<div>Ketika masuk untuk proses pembedahan, Daalman, seorang sekretaris di sebuah agen properti lokal, bilang kepada para dokter, &#8220;Saya tidak bisa menjelaskan mengapa, tetapi saya merasakan desakan untuk memakan sendok dan garpu itu. Saya tidak bisa menahan diri.&#8221;</p>
<p>Para dokter juga mengungkapkan, itu bukan pertama kalinya dia dirawat karena makan peralatan makan. Mereka mengatakan, Daalman didiagnosis menderita kelainan kepribadian yang mendorongnya untuk makan garpu dan sendok. Dia tidak pernah makan pisau, dan tidak dapat dijelaskan pula, mengapa dia tidak makan pisau.</p>
<p>Daalman kemudian benar-benar pulih dan dilaporkan bereaksi baik terhadap terapi yang dia jalankan untuk mengatasi gangguan kepribadiannya.</p>
<p>Memakan benda-benda asing tergolong kelainan yang jarang. Kadang-kadang, ada orang yang kencanduan dan memakan benda-benda yang bukan makanan atau jumlah yang tidak biasa atau pilihan komoditas makanan tertentu. Fenomena semacam itu dianggap sebagai sebentuk penyiksaan diri. Sulit bagi dokter untuk membuat diagnosis—tidak seperti pasien penyiksaan diri yang membakar atau memutilasi diri mereka— karena kerusakannya tidak selalu jelas.</p>
<p>Juga, hampir tidak mungkin untuk mencegah akses ke semua obyek potensial yang bisa dimakan. Hal itu menyebabkan perilaku tersebut sulit dihentikan tanpa bantuan seorang dokter penyakit jiwa.</p>
<p>Para dokter di Rotterdam mengatakan, mereka belum pernah mendengar kasus seseorang mengonsumsi obyek asing sebanyak yang dialami Daalman.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.idibali.org/uncategorized/parah-perut-perempuan-ini-berisi-78-sendok-dan-garpu.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengurus IDI Wilayah Bali</title>
		<link>http://www.idibali.org/uncategorized/pengurus-idi-wilayah-bali.php</link>
		<comments>http://www.idibali.org/uncategorized/pengurus-idi-wilayah-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 01:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[pengurus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.idibali.org/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[PENGURUS IDI WILAYAH BALI
K E T U A                 :  Prof  DR .Dr. Ketut Suwitra, Sp.PD- KGH
Wakil Ketua               :  Dr. Nyoman Sueta, PAK.
Sekretaris                   :  Dr. I Gst. Lanang Suartana Putra, MM
Bendahara                  :  Dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ
MKEK. 
K e t u a                     :  Prof .Dr.  Wayan Suardana, Sp. THT
Sekretaris                   :  Prof .Dr. Ni Ketut Niti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGURUS IDI WILAYAH BALI</p>
<p>K E T U A                 :  Prof  DR .Dr. Ketut Suwitra, Sp.PD- KGH</p>
<p>Wakil Ketua               :  Dr. Nyoman Sueta, PAK.</p>
<p>Sekretaris                   :  Dr. I Gst. Lanang Suartana Putra, MM</p>
<p>Bendahara                  :  Dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ</p>
<p><span style="text-decoration: underline">MKEK. </span></p>
<p>K e t u a                     :  Prof .Dr.  Wayan Suardana, Sp. THT</p>
<p>Sekretaris                   :  Prof .Dr. Ni Ketut Niti Susila, Sp. M</p>
<p><span style="text-decoration: underline">Difisi Pembinaan Etika Kedokteran  :</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline"> </span></p>
<ol>
<li>Prof  Dr.  Nyoman Agus Bagiada, Sp. Biok</li>
<li>Prof      DR .Dr. I Ketut Suata, Sp.MK, Ph.D</li>
<li>Dr.      Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro</li>
<li>Dr.      Made Dharmadi, MPH</li>
</ol>
<p><span style="text-decoration: underline">Difisi Kemahkamahan  :</span></p>
<ol>
<li>Dr. DPG. Purwa Samatra, Sp.S ( K )</li>
<li>Prof. Dr. Made Kornia Karkataka,  SpOG(K).</li>
<li>Prof . Dr.  Dewa Putu Widjana, SpPar</li>
<li>Dr. Ida Bagus Alit, SpF  SH</li>
</ol>
<p><span style="text-decoration: underline">Biro Hukum &amp; Pembelaan Anggota  :</span></p>
<p>K e t u a                 :  Dr. Made Subagiartha Sp.An, SH</p>
<p>Sekretaris               :  Dr. Dudut Rustyadi, Sp.F</p>
<p>Anggota                 :  Dr. Gede Panca, MARS</p>
<p>BKBD /  MPPK</p>
<p>K e t u a                 : DR . Dr. Putu Astawa, SpOT .MKes</p>
<p>Sekretaris               : Dr. Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK</p>
<p>Anggota                 : Dr.A.A.Wiradewi, Sp.PK</p>
<p>-          Ketua perkumpulan Dokter Spesialis.</p>
<p>-          Kasubdinkes Prop. Bali.</p>
<p><span style="text-decoration: underline"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.idibali.org/uncategorized/pengurus-idi-wilayah-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat-syarat menjadi anggota IDI cab. Denpasar</title>
		<link>http://www.idibali.org/uncategorized/syarat-syarat-menjadi-anggota-idi-cab-denpasar.php</link>
		<comments>http://www.idibali.org/uncategorized/syarat-syarat-menjadi-anggota-idi-cab-denpasar.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 02:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anggota IDI Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.idibali.org/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Syarat-syarat menjadi anggota IDI cab. Denpasar :
1. Fotocopy ijasah
2. Fotocopy STR
3. Fotocopy KTP
4. Photo 3&#215;4 = 2 ( berwarna )
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syarat-syarat menjadi anggota IDI cab. Denpasar :</p>
<p>1. Fotocopy ijasah</p>
<p>2. Fotocopy STR</p>
<p>3. Fotocopy KTP</p>
<p>4. Photo 3&#215;4 = 2 ( berwarna )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.idibali.org/uncategorized/syarat-syarat-menjadi-anggota-idi-cab-denpasar.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profesi dokter: penjual jasa atau pelayan kemanusiaan?</title>
		<link>http://www.idibali.org/uncategorized/profesi-dokter-penjual-jasa-atau-pelayan-kemanusiaan.php</link>
		<comments>http://www.idibali.org/uncategorized/profesi-dokter-penjual-jasa-atau-pelayan-kemanusiaan.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 16:53:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hariyasa Sanjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.idibali.org/uncategorized/profesi-dokter-penjual-jasa-atau-pelayan-kemanusiaan.php</guid>
		<description><![CDATA[Apakah profesi dokter kini berada pada dua pilihan yang berseberangan? Penjual jasa atau pelayan kemanusiaan?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah profesi dokter kini berada pada dua pilihan yang berseberangan? Penjual jasa atau pelayan kemanusiaan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.idibali.org/uncategorized/profesi-dokter-penjual-jasa-atau-pelayan-kemanusiaan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
